Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa Saya Begitu Bangga Bisa Mengenalmu?

Foto itu saya ambil ketika Royyan sedang menyampaikan laporannya di depan saya dan teman-teman yang lain.  Ketika itu, saya enggan tuk berucap. Akan tetapi, saya punya banyak sekali hal yang mau saya sampaikan. Semoga dengan ini bisa tersampaikan ya, Yan. (Saya gengsi mau ngomong langsung di depanmu, nanti pasti tanggapannya "Iya, dong. Aku kan emang keren.😎" Persis dengan gaya emoji berkacamata itu deh ekspresinya.) Selain karena alasan itu saya menceritakan di sini juga karena ingin pamer bahwa saya telah mengenalmu. Yan, Royyan Yan, Yancuk! Panggilan pertama, digunakan ketika saya sedang ingin membicarakan hal serius dan dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Panggilan kedua, digunakan ketika saya sedang merasa baik sekali dan kami akan membahas hal yang tak terlalu berat. Dua panggilan itu bisa saja berubah, tergantung suasana hati juga sih. Panggilan kedua pun biasa saya pakai ketika saya jengkel, kesal, dan sebal kepadanya. Apalagi untuk sesuatu yang, yang, yang, yan...

Cara Baru Melewati Minggu Pagi Ditemani Megahnya Merapi

  Cara Baru Melewati Minggu Pagi Ditemani Megahnya Merapi Pagi itu saya pergi ke Warung Kopi Klotok. Pukul setengah tujuh, sesuai dengan rencana, saya berangkat. Lokasinya cukup jauh, sekitar 40 menit dari kos saya yang berada di daerah Warungboto. Tempatnya ada di Km 16 Kaliurang. Sehari sebelumnya, ketika pergi dengan ke Ledok Sambi, sebenarnya saya melewati tempat itu, tapi tidak tahu kalau ternyata Warung Kopi Klotok itu ada di sana. Saya kira tempatnya ada di pinggir jalan persis. Ternyata, kami harus masuk terlebih dahulu kurang lebih 200 meter dari jalan Kaliurang, melewati beberapa kedai kopi juga. Lalu ketika masuk ke area Kopi Klotok, itu berbeda dengan apa yang saya bayangkan. Saya kira tempatnya seperti tempat ngopi biasa, tempat duduk, lesehan, dan fasilitas yang "dibuat-buat". Ketika saya masuk ke area parkir, yang saya temui hanya sebuah rumah berdominan material kayu dengan arsitektur rumah joglo. Dari luar tidak terlihat bahwa itu adalah tempat makan atau ked...

Titik yang Bergerak Mendekat - Sebuah kisah yang hidup dalam mimpi penulis

Titik yang Bergerak Mendekat Pepohonan hijau memenuhi pandangan mata saya. Saat itu saya sedang berjalan-jalan dengan Ulin. Kita berdua bersama-sama pergi mendaki. Bukan kali pertama, tetapi sudah ke sekian kalinya. Saya sampai hapal rute pendakian dari gunung itu. Ketika hampir sampai di puncak, saya dan Ulin tanpa sengaja menemukan sesuatu yang tidak pernah kami jumpai sebelumnya. Kami sempat berlalu pergi, tetapi ketika memikirkan betapa sayangnya kalau tidak disinggahi akhirnya kami pun memilih untuk putar balik dan mendekat ke tempat itu. Di sebuah tikungan jalur pendakian, ada sebuah air terjun yang mengalir tenang. Warnanya bening. Menyatu dengan bebatuan dan beberapa tumbuhan yang tumbuh menempel. Tidak deras dan tidak pula kering. Sungguh menenangkan. Air terjun itu tidak terlalu besar, tetapi cukup indah dan menarik untuk didekati. Saya pun mencoba mendekat, tetapi tidak jadi karena ada hal yang menghalangi. Di samping air terjun, sedikit menanjak ke arah bukit, ter...

Tentang Mereka yang Saya Temui di Jogja

Tentang Mereka yang Saya Temui di Jogja Inilah mereka yang buat saya rindu untuk kembali ke Jogja dan mereka yang membuat saya bisa bertahan di sana. Phasayang Sasindo A Menyebalkan dan terlalu ikut campur urusan orang lain. Itu adalah anggapan saya terhadap Phasa ketika awal saya mengenalnya. Namanya Hidayah Nuril Phasa. Anak pertama dari banyak bersaudara. Saya lupa berapa adiknya. Kayanya sih ada empat. Satu perempuan dan tiga laki-laki. Kalau keliru biar kamu yang benerin ya, Sa. Awal perkenalan dengan Phasa adalah ketika kali pertama masuk kuliah di semester satu. Dulu ia duduk di samping alm Feni. Perkenalan pertama saya dengan Phasa hanya sekadar nama. Setelah itu, beberapa tugas kelompok membuat saya lebih dekat dengan Phasa. Sungguh seperti seorang kaka ketika saya sedang berbicara dengannya, mungkin karena dia anak pertama di dalam keluarganya kali, ya.  Setiap saya mengeluh, dia selalu punya alasan yang mematahkan rengekan saya. Setiap saya bercerita pun, dia p...

Inilah Alasan Mengapa Kita Bagian dari Semesta!

Inilah Alasan Mengapa Kita Bagian dari Semesta! Bu Dami, dalam perkenalan pertamanya, ia menceritakan sebuah hal yang berasa sangat jauh, jauh sekali dari masa saat dia menjadi pembicara. Kisah itu ia mulai dari tahun 1991 ketika anaknya bernama Dana masih kecil dan masih ada. Kenapa harus dari sana? Jauh sekali! Pikir saya. Berceritalah Bu Dami mengenai alur kebangkitan hidupnya. Sosok anak yang menurutnya menjadi penyebab mengapa ia bisa sampai menjadi pembicara di depan saya. Sampai saat itu, saya masih belum memahami esensi dari pernyataannya sebenarnya. Jadi, mari simak cerita saya. Dimulai dari kisah masa kecil sosok Dana Zakaria Hasibuan. Ketika itu Bu Dami masih berada di Amerika untuk studi S2. Hari itu adalah Sabtu, suatu hari yang memang Bu Dami siapkan untuk membersamai anaknya. Dibawa lah Dana bersama Bu Dami ke sebuah laboratorium. Sebuah tempat yang menjadi kandang bagi serangga-serangga yang sedang diteliti oleh Bu Dami. Ketika sedang bermain dan mengamat...

Palembang?

Palembang? Kisah ini akan saya mulai dengan alasan mengapa saya bisa sampai ke Palembang. Waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) di Bangka Belitung, sebagai perwakilan dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Poros yang saya ikuti di Universitas Ahmad Dahlan. Perjalanan berangkat dan pulang menggunakan pesawat. Ketika berangkat langsung memesan tiket pesawat dengan rute Yogyakarta-Palembang, Palembang-Pangkal Pinang. Akan tetapi, perjalanan pulang menuju Jogja sedikit mengalami kendala. Entah apa yang terpikir waktu itu ketika saya dan salah seorang teman saya, yaitu mba Yuni, memutuskan untuk membeli tiket pesawat dengan tujuan dari Palembang-Yogyakarta. Padahal, posisi kami berdua waktu itu masih berada di Bangka Belitung. Berpikir ekonomis, yang terjadi justru hampir sama jika kami memesan tiket pesawat seperti ketika berangkat menuju Bangka Belitung. Namun, yang menjadi keuntungan bagi saya adalah hal-...