Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Mengulik Perkembangan AUD dari Perspektif Ibu-Pekerja

Mengulik Perkembangan AUD dari Perspektif Ibu-Pekerja “Menikah, Apakah Harus Memiliki Anak?” Itu adalah pertanyaan prolog yang dibahas oleh penulis dalam buku Perkembangan Anak Usia Dini: Tinjauan Praktis Seorang Ibu Bekerja. Pertanyaan di awal bab itu menjadi pemantik yang cukup bikin saya penasaran dan ingin pula membicarakannya dengan calon pasangan saya di masa depan. Perlu ada kesatupaduan tentang tujuan dan ekspektasi bersama--yang kalau saat ini saya ditanya, akan saya jawab bahwa saya ingin menjadi seorang ibu. Awalnya saya tidak begitu menangkap arah dari pembahasan yang coba digiring oleh penulis sejak bab awal. Kenapa buku tentang “perkembangan anak usia dini” membahas sejak prakonsepsi adanya anak?  Kemudian, saya teringat tentang buku lain yang setali tiga uang dengan bab pertama dalam buku ini, yakni Prakonsepsi Sehat Bayi Lahir Sehat (Ayudia, F., 2022; Bintang Semesta Media). Buku tersebut membahas berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum kehamilah, se...

Adakah Kesatria Don Quixote dari La Mancha di Era Kiwari?

Adakah Kesatria Don Quixote dari La Mancha di Era Kiwari? Ada banyak decak yang terlahir dari setiap bab. Persis seperti yang pernah saya dengar, novel The Adventures of Don Quixote memang menawan. Kisah-kisah yang tertulis dalam 22 bab sungguh menghibur sekaligus penuh haru. Memunculkan pula perenungan tentang ke-diri-an kita sebagai manusia. Pada bab-bab awal, saya sempat merasa sendu dengan penokohan Don Quixote. Ada simbol yang saya tangkap yang bersumber dari watak dan motivasi si tokoh utama. Don Quixote atau yang sebenarnya bernama Alonzo Quixano (Don Quixada) memilih untuk menjadi gila dan bahkan dalam dunia imajiner ciptaannya. Ketika memasuki jalan pikiran Don Quixote itulah saya merasakan kesedihan yang mendalam. Perasaan sedih yang bermuara pada sepi. Pergi. Berjalan. Sendiri. Tak tentu arah.  Namun, ada pula satire akan kegilaan di kehidupan yang terjadi dalam perjalanan hidup tokoh utama. Pikirannya selalu membenarkan apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, dan apa ya...

Hak-Hak Anak dalam Realitas Novel Anne of Green Gables

N ovel Anne of Green Gables karya Lucy Maud Montgomery mengajak saya meromantisasi hal-hal sederhana tetapi sungguh mewah dan istimewa bagi tokoh utama. Keluarga yang terdiri dari ibu-bapak, punya tempat tinggal yang cukup nyaman, akses bersekolah, bisa menjalin pertemanan, bebas membaca buku yang disukai—tokoh utama mengajak saya untuk melihat satu per satu hal yang ia dapatkan di kehidupan barunya. Ada banyak keseruan dari perjalanan musim demi musim yang dilalui di Green Gables. Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan juga orang-orang yang ada di dalamnya. Anne Shirley menemukan rumah as house dan rumah as home . Dua definisi itu berhasil ia peroleh setelah melewati ketidakberterimaan dalam hidup. Hadir di lingkungan yang tidak mengharapkan kehadirannya ternyata menyakiti Anne. Ia yang masih berusia sebelas tahun mesti mengalami penolakan meski akhirnya diterima dengan “terpaksa”. Akan tetapi, kehadiran Anne justru akhirnya menjadi hiburan dan sumber kebahagiaan bagi pasangan Cuthb...