S aya datang seorang diri ke rumah Safran, tetapi kemudian sampai di sana bareng Regi. di rumah Safran sedang ada hajatan, sebuah tasyakuran dalam adat Jawa atas diri Safran. S aya berhenti di teras bagian bawah. Di sana ada Faisal yang masih duduk di atas motornya. Regi berjalan lanjut menghampiri kawan-kawan di area parkiran. Saya masih bareng Faisal dan bertegur sapa. Karena Faisal sudah akan langsung masuk ke acara di rumah Safran, saya pun ikut ke sana bersamanya. S ebelum naik ke atas, saya sempatkan untuk menghampiri kawan-kawan yang tengah duduk bergerombol. Setelah menyapa sejenak, saya langsug menghampiri Faisal. ia tampak sendu atau bingung atau sedang sedih. kemudian tetiba ia tanya, "Kenapa akhir-akhir ini selalu bepergian? Hampir tiap hari keluar? Kamu baik-baik saja?" S aya sempat bingung dan terkejut ketika Faisal tetiba bertanya seperti itu. P asalnya, saya tidak pernah bertemu dengannya di tempat-tempat yang saya datangi akhir-akhir ini. Berpapasan pun tid...
Minggu sore Rara sedang berada di area pameran. Ia datang berdua. Mereka duduk di area luar sembari melihat keramaian lokasi. Ketika Rara sedang duduk di balik batu, dari arah pukul dua tetiba tertangkap dua orang sedang berjalan mendekat. Rara kenal sekali dengan mereka, sungguh mengenalinya. Mereka adalah Han dan Erik. Iya, Han Revanda. Ia adalah Han. laki-laki yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu sama sekali, bahkan bertukar kabar pun nihil. Rara terkejut, dan takut. Ia takut jika harus bertemu dengan Han saat itu juga. Rara coba untuk sembunyi di balik batu besar itu, membiarkan Han dan Erik berlalu. Seorang teman yang sebenarnya kenal dengan mereka pun Rara minta untuk tidak menegur sama sekali. Rara sembari sembunyi pula di balik tubuhnya. *** Kegiatan di area pameran berlanjut hingga menjelang petang. Rara masih di sana meski berpindah tempat. Perempuan itu duduk di sebuah bangku bar di sudut ruangan. Buku sudah dibuka dan mulai dibaca dengan memangkunya. Dari eko...