Minggu sore Rara sedang berada di area pameran. Ia datang berdua. Mereka duduk di area luar sembari melihat keramaian lokasi. Ketika Rara sedang duduk di balik batu, dari arah pukul dua tetiba tertangkap dua orang sedang berjalan mendekat. Rara kenal sekali dengan mereka, sungguh mengenalinya. Mereka adalah Han dan Erik. Iya, Han Revanda. Ia adalah Han. laki-laki yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu sama sekali, bahkan bertukar kabar pun nihil. Rara terkejut, dan takut. Ia takut jika harus bertemu dengan Han saat itu juga. Rara coba untuk sembunyi di balik batu besar itu, membiarkan Han dan Erik berlalu. Seorang teman yang sebenarnya kenal dengan mereka pun Rara minta untuk tidak menegur sama sekali. Rara sembari sembunyi pula di balik tubuhnya. *** Kegiatan di area pameran berlanjut hingga menjelang petang. Rara masih di sana meski berpindah tempat. Perempuan itu duduk di sebuah bangku bar di sudut ruangan. Buku sudah dibuka dan mulai dibaca dengan memangkunya. Dari eko...
Anne of Avonlea: Representasi Karya Bildungsroman-Perempuan Awal Abad Ke-20 Judul: Anne of Avonlea Penulis: Lucy Maud Montgomery Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2018, cetakan ke-5 (Juni 2026) Jumlah hlm: 344 “... how terrible it would be to be doing something you didn’t like every day....” (Montgomery: 2018, 48) Anne Shirley bukan lagi gadis remaja. Di dalam novel “Anne of Avonlea”, ia sudah menjelma menjadi perempuan dewasa yang telah berprofesi sebagai guru. Bagian kisah yang dikembangkan oleh penulis merupakan perkembangan dari proses pendewasaan tokoh utama di dalam novel. Mengikuti kisah Anne dalam sekuel kedua di seri buku “Anne” membawa saya pada satu genre yang kentara, yakni aliran bildungsroman-perempuan (female bildungsroman genre atau the frauenroman). Montgomery sudah konsisten menempatkan Anne sejak buku pertama sebagai sosok yang senantiasa bertumbuh dan berubah. Anne dalam buku kedua ini tampak berbeda dengan kesan Anne yang saya tangkap dalam ...