“Mbak Yos, menurutmu aku narsistik tidak?” Saya ingat dengan pertanyaan itu. Jawaban saya saat itu adalah asal bunyi, “Tidak. Menurutku kamu tidak narsistik. Buktinya kamu masih ‘punya’ telinga untuk mendengar. Kamu masih memberi ruang untuk orang lain berbicara dan menyampaikan apa yang dirasa--tanpa memotong seketika.” Tak berselang lama setelah kejadian itu, saya menemukan buku ini dengan tanpa sengaja. Ketika dibaca lebih jauh, pra-anggapapan saya perihal ciri-ciri orang narsistik ternyata setali tiga uang dengan jawaban yang saya sampaikan pada kejadian itu. Buku karya Dr. Ramani Durvasula memberi saya gambaran utuh, rinci, detail, dan analitk serta mudah diikuti. Konsep yang dituangkan oleh penulis yang sudah menelusuri kasus narsisme ini sungguh membumi. Rasanya seperti sedang diajak untuk lebih mengenal diri saya sendiri. Narasi atas kasus-kasus yang bersinggungan dengan orang narsistik ternyata ampuh menggiring saya pada kebijaksanaan, ketenangan, dan kesepahaman bahwa b...
Apakah mungkin cincin bisa melonggar tiba-tiba? Ada cincin yang modelnya saya sukai. Cincin itu saya pilih karena memang suka dengan ukuran hiasan di atasnya, juga karena pas di jari yang memang ingin saya beri cincin. Sebelumnya di jari itu memang pernah ada cincin yang saya pakai, tetapi saat itu saya terpincut dengan cincin baru itu. Ketika pertama kali coba, ukurannya pas. Saya pun nyaman ketika memakainya meski untuk waktu yang lama hingga berjam-jam. Sebulan pertama tampak menyenangkan. Bulan kedua mulai terasa longgar. Bulan ketiga, sudah sempat terlepas tanpa saya sadar. Hari itu saya terkejut sekali. Cincin itu tetiba lepas terjatuh dari jemari yang biasa mengenakannya. Itu adalah kali pertama saya sadar bahwa cincinnya telah melonggar. Apakah memang demikian? Apakah cincinnya benar-benar bisa melonggar? Atau justru jari saya yang mengecil dan mengerut? Seperti tertabrak sesuatu tanpa sengaja, hari itu saya bingung bagaimana mesti meresponsnya. Saya tetap memaksakan...