Anne of Avonlea: Representasi Karya Bildungsroman-Perempuan Awal Abad Ke-20
Judul: Anne of Avonlea
Penulis: Lucy Maud Montgomery
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018, cetakan ke-5 (Juni 2026)
Jumlah hlm: 344
“... how terrible it would be to be doing something you didn’t like every day....”
(Montgomery: 2018, 48)
Anne Shirley bukan lagi gadis remaja. Di dalam novel “Anne of Avonlea”, ia sudah menjelma menjadi perempuan dewasa yang telah berprofesi sebagai guru. Bagian kisah yang dikembangkan oleh penulis merupakan perkembangan dari proses pendewasaan tokoh utama di dalam novel.
Mengikuti kisah Anne dalam sekuel kedua di seri buku “Anne” membawa saya pada satu genre yang kentara, yakni aliran bildungsroman-perempuan (female bildungsroman genre atau the frauenroman). Montgomery sudah konsisten menempatkan Anne sejak buku pertama sebagai sosok yang senantiasa bertumbuh dan berubah. Anne dalam buku kedua ini tampak berbeda dengan kesan Anne yang saya tangkap dalam “Anne of Green Gables” sebelumnya. Akan tetapi, masih ada kesamaan prinsip dan idealisme yang senantiasa melekat dalam tokoh Anne Shirley.
Ia telah menjadi guru bagi dirinya, pun bagi murid-muridnya di Avonlea. Sosok Anne sebagai guru masih tetap menampilkan kesan ceria dan penuh pesona. Sifat-sifat itu tecermin dalam respons yang ia berikan dalam menghadapi muridnya yang memiliki beragam pembawaan.
“There is some good in every person if you can find it. It is a teacher’s duty to find and develop it.” (Montgomery: 2026, 39)
Kepercayaan diri (self-efficacy) Anne dan semangat optimisme itulah yang senantiasa tumbuh. Anne Shirley yang telah menjadi guru di Avonlea masih memiliki ambisi dalam kesehariannya.
Esai yang ditulis oleh Bernroth Overton, C. (2019) menarik untuk dijadikan dasar ulasan dalam proses identifikasi karya L.M. Montgomery. Tiga kategori bukti yang menjadi dasar pernyataan bahwa novel Anne of Avonlea merupakan sebuah aliran bildungsroman-perempuan adalah sebagai berikut.
1.Being true to yourself might actually lead to the environment adapting to you, rather than you having to change to fit its demands.
2.Maintaining strong relationships with other women empowers a woman and helps her take
greater place in society
3.Giving value to the domestic is also a feminist standpoint
Montgomery memberi pembaca banyak aspek berbeda tentang masa kanak-kanak dan kedewasaan yang dikombinasikan dengan imaginasi, kebiasaan yang terbentuk, kecerdasan, keindahan, dan nuansa akan kehidupan yang terkombinasi dalam tokoh Anne dalam sebuah feminist role model untuk generasi sebelumnya dan generasi yang akan datang.
Akan tetapi, apakah karya L.M. Montgomery ini bisa disebut sebagai female-bildungsroman dalam pendefinisiannya?
Mari diskusikan bersama.
Daftar Referensi
Bernroth Overton, C. 2019. Staying True to You: Finding the Feminist in Anne of Green Gables, Anne of Avonlea and Anne of the Island by LM Montgomery.
Montgomery, L.M. 2018. Anne of Avonlea. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Komentar
Posting Komentar